Ibu Deasi Surya Andarina Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri
BLITAR– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Blitar menggelar kegiatan Ngobrol Pintar Data dan Statistik (NGOPI ASIK) dengan tema “Outlook Ekonomi dan Proyeksi Kinerja Indikator Makro Sosial Ekonomi Kabupaten Blitar Tahun 2026–2027” pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Blitar ini dihadiri oleh unsur DPRD Kabupaten Blitar, perangkat daerah terkait, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Forum ini menjadi wadah diskusi dan berbagi informasi strategis guna mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data.
Pada kesempatan tersebut, Perwakilan Bank Indonesia Kediri memaparkan kondisi perekonomian global, nasional, hingga regional yang berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi Kabupaten Blitar. Disampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain konflik geopolitik, fluktuasi harga energi dunia, dan perlambatan perdagangan internasional.
Meski demikian, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebesar 5,61 persen (year on year), didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta peningkatan belanja pemerintah.
Sementara itu, kondisi ekonomi Kabupaten Blitar menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, ekonomi Kabupaten Blitar tumbuh sebesar 5,06 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,44 persen. Pertumbuhan tersebut didorong terutama oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kabupaten Blitar juga memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berperan penting dalam mendukung perekonomian regional maupun nasional. Salah satunya adalah komoditas telur ayam ras, di mana Kabupaten Blitar menjadi produsen terbesar di Jawa Timur dengan kontribusi sekitar 22,50 persen dari total produksi provinsi dan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional.
Ibu Siti Anni Makrifah, S.Si, M.Si Kepala BPS Kabupaten Blitar
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar memaparkan proyeksi kinerja indikator makro sosial ekonomi Kabupaten Blitar tahun 2026–2027. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 6,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut didukung oleh musim panen raya, peningkatan produksi peternakan, pembangunan berbagai infrastruktur strategis, serta meningkatnya kunjungan wisata saat momentum Idulfitri.
Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Blitar tahun 2025 tercatat sebesar 74,43 dengan pertumbuhan 1,35 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan pada aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat.
Dalam bidang ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Blitar pada Agustus 2025 mencapai 75,82 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui Gini Ratio menunjukkan tren menurun dari 0,360 pada tahun 2023 menjadi 0,351 pada tahun 2025.
Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang positif, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi. Di antaranya ketidakpastian ekonomi global, kenaikan harga energi, potensi fenomena El Nino, serta perubahan pola belanja pemerintah yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan NGOPI ASIK ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi dan proyeksi pembangunan daerah, sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bappeda Kabupaten Blitar – OPD